News

Lewat Game, Riris Jadi Pustakawan Terbaik Nasional

24 August 2014


Kebanyakan orang mengenalnya sebagai pustakawan seperti yang lainnya berkecimpung dengan buku, jurnal, majalah, skripsi dan berbagai koleksi yang ada di Perpustakaan. Padahal selama setahun belakangan Yunita Riris Widawaty, S.S., M. Hum atau Riris Marpaung mendirikan studio game bernama Gambreng Games bersama dosen dan mahasiswa dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang. Hingga saat ini sudah 4 game di-produserinya dan salah satunya terpilih sebagai the best game for smartphone/tablet untuk kategori amatir di Indonesia Game Show-Game Developer Award 2013. 

Perkenalannya dengan dunia game dimulai ketika menjadi penanggung jawab acara Game Developer Gathering (GDG) di tahun 2012 di kampusnya. GDG adalah ajang berkumpulnya pengembang game dari berbagai negara. Sejak itulah rasa penasaran dan keingintahuan Riris terhadap game menjadi modal untuk belajar membuat game.

Pada bulan Mei lalu, Riris diminta kampusnya mengikuti lomba pustakawan berprestasi di Provinsi Banten dan keluar sebagai juara pertama. Setelah itu Riris melangkah maju ke tingkat nasional sebagai wakil Provinsi Banten dan menghadapi tes kognitif, wawancara, penulisan makalah dan presentasi. Bertarung dengan pustakawan terbaik lainnya dari 29 provinsi, Riris membawakan Brinas’s Quest yaitu game yang dibuat untuk orang asing meng-evaluasi kemampuan berbahasa Indonesia-nya. Hal ini sesuai dengan tema yang dipilih panitia yaitu “Pustakawan Indonesia dan ASEAN Free Trade Asia (AFTA)”. Riris pun terpilih sebagai pustakawan berprestasi terbaik nasional tahun 2014 dan akan maju bertanding di tingkat ASEAN. 

Brina’s Quest adalah koleksi permainan digital yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kemampuan bahasa Indonesia bagi penutur asing. Di game ini ada 3 kriteria yang diujikan yaitu tata bahasa, kosa kata dan penggunaan bahasa Indonesia. Game ini ditargetkan untuk dirilis pada platform mobile dan web. Saat ini versi alpha dapat diakses melalui www.brina.web.id. 

Di Perpustakaan UMN, Riris dan beberapa mahasiswa juga tengah mengembangkan gamifikasi untuk promosi perpustakaan, pemesanan ruang diskusi dan layanan menonton film secara private dan lainnya. Ke depan Riris akan terus menggabungkan game dan perpustakaan untuk meningkatkan interaksi antara perpustakaan dan pemustaka atau diantara para pemustaka.